Iklan

Iklan

Iklan

Lubuk Larangan Anak Yatim Desa Tambangan Jae, Destinasi Wisata Berbasis Kearifan Lokal Favorit di Madina

Kamis, Desember 25, 2025 | Kamis, Desember 25, 2025 WIB Last Updated 2025-12-25T05:03:38Z

Mandailing Natal,detiksatu.news || Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Provinsi Sumatra Utara, terus menghadirkan destinasi wisata menarik berbasis kearifan lokal. Salah satunya adalah Wisata Lubuk Larangan Anak Yatim yang berada di Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, yang kini menjadi destinasi wisata favorit masyarakat.
Objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan, tidak hanya dari desa setempat, tetapi juga dari berbagai wilayah di Mandailing Natal hingga luar daerah. Terlebih pada hari libur dan akhir pekan, kawasan lubuk larangan ini selalu dipadati pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sungai sekaligus suasana pedesaan yang asri dan alami.
Wisata Lubuk Larangan Anak Yatim memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Berdasarkan cerita yang berkembang di tengah masyarakat, lubuk larangan ini pertama kali dibentuk melalui musyawarah para hatobangan atau tokoh adat Desa Tambangan Jae. Dalam kesepakatan tersebut, masyarakat sepakat untuk menjaga dan melestarikan sungai dengan aturan ketat, salah satunya larangan menangkap ikan secara sembarangan.
Di tengah masyarakat juga berkembang cerita turun-temurun bahwa siapa pun yang mencuri atau menangkap ikan tanpa izin diyakini akan mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Kepercayaan ini semakin memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sungai sebagai aset bersama.
Keunikan utama wisata ini terletak pada konsepnya yang sederhana namun sarat makna sosial.

Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk atau gratis. Sebagai gantinya, disediakan kotak amal bagi wisatawan yang ingin bersedekah. Dana yang terkumpul kemudian dihimpun dan disalurkan setahun sekali kepada anak-anak yatim di Desa Tambangan Jae, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Dengan konsep tersebut, kehadiran wisata Lubuk Larangan Anak Yatim tidak hanya memberikan hiburan dan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana kepedulian sosial serta berbagi rezeki kepada sesama.


Daya tarik lainnya adalah keberadaan ikan-ikan berukuran besar yang hidup bebas dan tampak jinak di sungai yang jernih. Pengunjung dapat melihat ikan-ikan tersebut secara langsung, bahkan memberi makan dengan pakan atau pelet yang dijual oleh pedagang setempat. Di sekitar lokasi juga tersedia warung makan milik warga yang menambah kenyamanan pengunjung.


Salah satu warga Desa Tambangan Jae menyampaikan bahwa keberadaan wisata ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Banyak warga merasakan manfaat langsung dari meningkatnya jumlah pengunjung, baik melalui usaha kuliner, penjualan pakan ikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.


Warga berharap wisata Lubuk Larangan Anak Yatim ini terus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang hingga generasi yang akan datang, sekaligus menjadi ikon wisata unggulan Mandailing Natal berbasis kearifan lokal.

( Tega Kurnia )
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lubuk Larangan Anak Yatim Desa Tambangan Jae, Destinasi Wisata Berbasis Kearifan Lokal Favorit di Madina

Trending Now

Iklan