Insan Pers Jawa Tengah atau yang biasa disingkat IPJT DPC Kabupaten Cilacap menggelar acara halal bihalal tahun 2026 bertempat di sekretariat organisasi yang berlokasi di jln Raya Kedungreja, Kabupaten Cilacap, pada hari Minggu (29/3). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan awak media dari berbagai media massa lokal, pengurus organisasi, serta beberapa tokoh masyarakat ini menjadi wadah untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan menyamakan persepsi terkait peran pers dalam pembangunan daerah.
Ketua DPC Insan Pers Jawa Tengah Kabupaten Cilacap, Sangidun, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa acara halal bihalal bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas antar awak media dan menjembatani komunikasi dengan berbagai pihak terkait. "Pers memiliki peran krusial sebagai mitra pembangunan dan pengawal kebenaran informasi. Melalui acara ini, kita harapkan dapat semakin erat dalam kerja sama dan lebih fokus dalam menjalankan tugas dengan profesionalisme dan integritas," ujar Sangidun.
Halal bihalal bukan sekadar tradisi perayaan pasca-Idul Fitri yang melekat pada masyarakat Muslim di Indonesia, melainkan juga momen berharga yang memiliki makna mendalam, terutama bagi kelompok profesi seperti perkumpulan wartawan. Di tengah kesibukan meliput berita, mengejar tenggat waktu, dan berhadapan dengan berbagai dinamika informasi, kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan para insan pers dengan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, serta profesionalisme.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat ikatan persaudaraan, baik sesama anggota perkumpulan maupun dengan pemangku kepentingan lainnya. Wartawan bekerja dalam jaringan yang luas, dan hubungan yang baik adalah modal utama untuk berbagi informasi, pengalaman, serta pengetahuan. Halal bihalal juga menjadi wadah untuk menyatukan visi dan misi perkumpulan dalam menjaga integritas jurnalistik, menegakkan kode etik, serta berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Tidak kalah pentingnya, halal bihalal juga bertujuan sebagai sarana evaluasi dan perencanaan bersama. Dalam suasana yang santai dan akrab, para wartawan dapat berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini, mulai dari penyebaran hoaks, tekanan informasi, hingga perubahan tren konsumsi berita. Momen ini menjadi kesempatan untuk merumuskan langkah-langkah bersama dalam menghadapi tantangan tersebut demi kemajuan profesi.
Suasana kebersamaan terasa hangat sepanjang acara, dengan para peserta saling berbagi cerita dan pengalaman di lapangan. Banyak yang menyampaikan harapan agar acara halal bihalal seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pemeliharaan hubungan baik antar sesama insan pers dan dengan berbagai elemen masyarakat.
(Tim/darkam)

