JAKARTA, DETIKSATU.COM – Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL), organisasi yang berfokus pada isu kemanusiaan dan persatuan bangsa, menyatakan kesiapannya untuk bergerak menjaga stabilitas nasional. Hal ini disampaikan menyusul rangkaian roadshow Inisiator BAPERSIPIL, Ade Adriansyah Utama, SH., MH., dalam pertemuan khusus bersama perwakilan aktivis lintas jaringan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (5/1).
Menanggapi Pidato Presiden
"Keberadaan kami hari ini adalah untuk menegaskan pernyataan sikap atas refleksi akhir tahun.
Kami merespons pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti adanya pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas dan menggunakan bencana sebagai alat politik," tegas Ade Adriansyah.
Ade menekankan bahwa seluruh elemen bangsa harus memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas jasa-jasa mereka.
Ia mengecam keras pihak-pihak yang masih memelihara narasi negatif sisa kontestasi politik masa lalu. "Jika masih ada pihak yang menggunakan narasi kotor residu Pilpres akut, maka kami bersama masyarakat akan melawan segala bentuk rongrongan terhadap bangsa," tambahnya.
Suara Aktivis '98: Stop Perpecahan
Sementara itu, di sela diskusi terbatas bersama rekan-rekan aktivis '98 di Jakarta menjelang acara sarasehan di Kabupaten Bogor, Decky selaku aktivis '98 mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan tegas terhadap praktik "safari politik bencana".
"Stop perpecahan jika ingin membantu penyelesaian bencana. Kami menolak tegas isu negatif terhadap relawan, TNI, dan Polri yang sudah bekerja baik di lapangan," ujar Decky.
Ia juga memberikan peringatan akan melayangkan gugatan terhadap pihak yang membenturkan isu kemanusiaan demi kepentingan politik, serta meminta aparat penegak hukum mengawasi dana bencana agar tetap transparan dan tepat sasaran.
Rindu Kedamaian dan Stabilitas Kamtibmas
Sebagai langkah nyata,
BAPERSIPIL akan menggelar rangkaian kegiatan di Sentul, Hambalang, Bogor, yang meliputi Dialog Tanpa Baper, Kemah Aspirasi Kebangsaan, serta Ikrar Gotong Royong.
Ade Adriansyah menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa rakyat merindukan kedamaian dan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Ia menuntut ketegasan dari pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Negara dan penegak hukum tidak boleh ragu. Jika negara atau penegak hukum takut, maka biarkan kami masyarakat sipil hadir menjadi jawaban atas perilaku mereka yang ingin memecah belah bangsa," pungkas Ade.
respon pidato presiden, suara aktivis '98, dan tuntutan stabilitas) tersampaikan dengan jelas.
Kesesuaian pertemuan di Rawamangun dan Bogor sesuai instruksi terakhir Anda.
"biarkan kami hadir menjadi jawaban" sebagai penutup yang kuat untuk menunjukkan peran aktif BAPERSIPIL.
Sumber: celoteh Abah

